/* Template shelterhati.blogspot.com */ :: Shelter hati ::: May 2006

:: Shelter hati ::

( sejenak menyandarkan hati )

Sunday, May 07, 2006

Kekuatan Cinta

Andai di dunia ini tidak ada cinta, maka hidup akan serasa gersang, hampa dan tidak ada dinamika. Cinta bisa membuat sesuatu yang berat menjadi ringan, yang sulit menjadi sederhana, permusuhan menjadi perdamaian dan yang jauh menjadi dekat. Itulah gambaran kekuatan cinta.

Cinta, ditilik dari sudut manapun selalu menarik untuk dibahas. Sejarah mencatat, sejumlah seniman, teolog sampai filosop membicarakan cinta dari berbagai perspektifnya baik dalam bentuk roman, puisi, syair bahkan sampai dalam bentuk tulisan ilmiah yang bernuansa teologis, fenomenologis, psikologis ataupun sosiologis.
Filosop sekaliber Plato bahkan pernah mengatakan “Siapa yang tidak terharu oleh cinta, berarti berjalan dalam gelap gulita”. Pernyataan ini menggambarkan betapa besar perhatian Plato pada masalah cinta, sampai-sampai dia menyebut orang yang tidak tertarik untuk membicarakannya sebagai orang yang berjalan dalam kegelapan.
Peranan cinta dalam kehidupan tidak diragukan lagi pentingnya. Cinta diyakini sebagai dasar dari perdamaian, keharmonisan, ketentraman, kebahagiaan bahkan kebangkitan peradaban. Namun apa sesungguhnya cinta itu ?
Diakui, problem yang dihadapi saat membicarakan cinta biasanya adalah persoalan definisi. Belum pernah ditemui suatu rumusan tentang cinta yang singkat, padat dan mewakili pemahaman akan hakikat cinta secara tepat.

Jalauddin Rumi pernah mengatakan bahwa cinta itu misteri, tidak ada kata-kata yang bisa mewakili kedalamannya.
Cinta tak dapat termuat dalam pembicaraan atau pendengaran kita,
Cinta adalah sebuah samudera yang kedalamannya tak terukur …
Cinta tak dapat ditemukan dalam belajar dan ilmu pengetahuan,
buku-buku dan lembaran-lembaran halaman.
Apapun yang orang bicarakan itu, bukanlah jalan para pecinta.
Apapun yang engkau katakan atau dengar adalah kulitnya;
Intisari cinta adalah misteri yang tak dapat kau buka !
Cukuplah ! Berapa banyak lagi kau akan lengketkan kata-kata di lidahmu ?
Cinta memiliki banyak penyataan melampaui pembicaraan. . .

Oleh sebab itu, disini kita tidak akan mendefinisikan cinta karena khawatir mereduksi kedalamannya. Biarlah cinta berbicara dalam perbuatan kita. Disini, kita akan mencoba mencermati unsur-unsur yang selalu ada dalam cinta.

Erich fromm, murid kesayangannya Sigmund Freud menyebutkan empat unsur yang harus ada dalam cinta, yaitu :
1. Care (perhatian). Cinta harus melahirkan perhatian pada objek yang dicintai. Kalau kita mencintai diri sendiri, maka kita akan memperhatikan kesehatan dan kebersihan diri. Kalau kita mencintai orang lain, maka kita akan memperhatikan kesulitan yang dihadapi orang tersebut dan akan berusaha meringankan bebannya. Kalau kita mencintai Allah Swt., maka kita akan memperhatikan apa saja yang Allah ridhai dan yang dimurkai-Nya.
2. Responsibility (tanggung jawab). Cinta harus melahirkan sikap bertanggungjawab terhadap objek yang dicintai. Orang tua yang mencintai anaknya, akan bertanggung jawab akan kesejahteraan material, spiritual dan masa depan anaknya. Suami yang mencintai isterinya, akan bertanggung jawab akan kesejahteraan dan kebahagiaan rumah tangganya. Karyawan yang mencintai perusahaannya, akan bertanggung jawab akan kemajuan perusahaannya. Orang yang mencintai Tuhannya, akan bertanggung jawab untuk melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Itulah Responsibility.
3. Respect (hormat). Cinta harus melahirkan sikap menerima apa adanya objek yang dicintai, kelebihannya kita syukuri, kekurangannya kita terima dan perbaiki. Tidak bersikap sewenang-wenang dan selalu berikhtiar agar tidak mengecewakannya. Inilah yang disebut respect.
4. Knowledge (pengetahuan). Cinta harus melahirkan minat untuk memahami seluk beluk objek yang dicintai. Kalau kita mencintai seorang wanita atau pria untuk dijadikan isteri atau suami, maka kita harus berusaha memahami kepribadian, latar belakang keluarga, minat, dan ketaatan beragamanya. Kalau kita mencintai Tuhan, maka harus berusaha memahami ajaran-ajaran-Nya.

Kalau empat unsur ini ada dalam kehidupan kita, Insya Allah hidup ini akan bermakna. Apapun yang kita lakukan, kalau berbasiskan cinta pasti akan terasa ringan. Karena itu nabi Saw pernah bersabda: “Tidak sempurna iman seseorang kalau dia belum mencintai orang lain sebagaimana dia mencintai dirinya sensiri”. “ Cintai oleh mu mahluk yang ada di muka bumi, pasti Allah akan mencintaimu”. (HR. Muslim)
Supremasi kebahagiaan tertinggi, kalau kita mampu mencintai orang lain dengan tulus tanpa pamrih, mencintai diri sendiri secara proporsional, mencintai Allah Swt dengan penuh loyalitas dan selalu merasa dincintai-Nya. Inginkah hidup kita bermakna ? Let Love be Your Energy ! Selamat bercinta !

(Penulis : Ust. Aam Amirudin)

Friday, May 05, 2006

Syair romantis Seismic



Duhai Allah

===========

Duhai Allah, duhai Allah, pemilik segala alam raya
KepadaMu bermuara doa, kepadaMu bermuara cinta
Duhai Allah, duhai Allah, hanya kepadaMu daku mengadu
Ku berdoa hanya padaMu, ya Allah jangan tinggalkan daku

Duhai Allah yag kuasa, cahayaMu mulia alangkah indahnya
Terangi hati yg lama resah, tentramkan jiwa yg gelisah (2x)

Duhai Allah, duhai Allah, rinduku biru hanyalah milikMu
Dekatkanlah daku dg Mu, ya Allah jangan tinggalkan daku
Duhai Allah yg kuasa, cintaMu mulia alangkah indahnya
Sirami hati yg lelah resah, teduhi jiwa yg gelisah (2x)

Adalah Engkau
=============

Adalah engkau, dia yg kurindu menjadi bunga di hatiku
Menjadi peneduh kalbu, di perjalananku, di perjalananku
Tibalah waktu, yg lelah kurindu, tuk selalu bersama denganmu
Telah terbuka pintu itu, akad telah terucap sudah
Dinda marilah melangkah

Dinda temanilah aku, di setiap detikku dengan doamu
Bila terpisahkan waktu tetaplah di sini di dalam hatiku
Ya Robbi izinkanlah kami utk terjaga selalu di jalanmu
Dinda doamu laksana pelepas dahaga di lelahnya jiwa

Adalah engkau, dia yg kurindu tuk selalu hadir di hidupku
Mengiringi setiap langkah saat menuju acuan hidup ini

Dinda temanilah aku, di setiap detikku dengan doamu
Bila terpisahkan waktu tetaplah di sini di dalam hatiku
Ya Robbi ijinkanlah kami utk terjaga selalu di jalanmu
Dinda doamu laksana pelepas dahaga di lelahnya jiwa

Belahan Jiwa
============

Belahan jiwa, engkau mentari, pelita hati ini
Tersenyumlah, bahagiakanku, dg tulusmu, dg cintamu
Belahn jiwa, ingatkan aku, jika terlupa dalam menuju
Tersenyumlah, bahagiakanku, dg beningmu, dg kasihmu
Engkau kurindu sepanjang waktu

Teguhlah aku memandu aku, kudoakan engkau selalu
Di kala malam tengah menjelang ..
Menjadilah setegar karang, sesejuk pagi, seindah rembulan
sejernih hati, sebening embun, seberkah nurani
seberkah sang mentari pagi

Tuhan teduhilah belahan jiwaku, berikan cahaya-Mu
tetap teguh di jalan-Mu
Tuhan teduhilah kami di jalan-Mu, berikan cahaya-Mu
tetap teguh di jalan-Mu

Ibu Doakanlah
=============

Ibu do'akanlah ku akan melangkah
Menyusuri waktu menjemput cintaku
Ibu lepaskanlah ku ke laut biru
Akan kuarungi akan kuseberangi

Ibu doakanlah ku sedang melangkah
Menjalani hari menjemput harapku
Ibu lepaskanlah ku dg maafmu
Tekadkan hatiku menempuh rinduku

Doamu oh Ibu selalu kunanti
Tulus dan suci, dari relung hati

Syukur
======

Segala puji padaMu ya Robbi atas rahmat hari ini
Terlabuh sudah cinta suci sejati dari hati
Janji telah terucap akad telah tercipta
Bersama jalani hari
Ya Allah Rabbi bimbinglah kami dalam menempuh hidup ini

Marilah dinda kita melangkah, bersama saling membina
Do'akan daku di setiap langkahku, do'amu penyejuk kalbu

Oh dinda menjadi lamunan di indahnya taman cinta
Ya Allah bimbinglah kami di dalam perjalanan ini

Terlabuhkan
===========

Terlabuhkan sudah lelah ini
Tersandarkan sudah rindu hati
Terima kasih ya Robbi atas pernikahan ini

Belahan jiwa lelah ku nanti telah kujumpai
Belahan jadi bagian diri

Syukurku terucap dari relung hati
Doaku mengalun sepenuh jiwa
Dan dua hati menyatu kini

Janji telah terucapkan bersama arungi hari (2x)

Rindu tuk berbagi doa segera terjalani
Rindu tuk berbagi asa segera terjalani

Hari-hari menghembus samudra berlayar di jalanMu
Ya Allah bimbinglah kami selalu

Tuesday, May 02, 2006

Do'a untuk Mempelai

Ucapan Selamat

Kaum jahiliyah selalu menggunakan kata-kata Birafa' Wal Banin, ketika mengucapkan selamat kepada kedua mempelai. Ucapan Birafa' Wal Banin (=semoga mempelai murah rezeki dan banyak anak) dilarang oleh Islam.

Dari Al-Hasan, bahwa 'Aqil bin Abi Thalib nikah dengan seorang wanita dari Jasyam. Para tamu mengucapkan selamat dengan ucapan jahiliyah : Birafa' Wal Banin. 'Aqil bin Abi Thalib melarang mereka seraya berkata : "Janganlah kalian ucapkan demikian !. Karena Rasulullah shallallhu 'alaihi wa sallam melarang ucapan demikian". Para tamu bertanya :"Lalu apa yang harus kami ucapkan, wahai Abu Zaid ?".

'Aqil menjelaskan :

"Ucapkanlah : Barakallahu lakum wa Baraka 'Alaiykum" ( Mudah-mudahan Allah memberi kalian keberkahan dan melimpahkan atas kalian keberkahan). Demikianlah ucapan yang diperintahkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam". (Hadits Shahih Riwayat Ibnu Abi Syaibah, Darimi 2:134, Nasa'i, Ibnu Majah, Ahmad 3:451, dan lain-lain).

Do'a yang biasa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ucapkan kepada seorang mempelai ialah :

"Baarakallahu laka wa baarakaa 'alaiyka wa jama'a baiynakumaa fii khoir"

Do'a ini berdasarkan hadits shahih yang diriwayatkan dari Abu Hurairah:

'Artinya : Dari Abu hurairah, bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam jika mengucapkan selamat kepada seorang mempelai, beliau mengucapkan do'a :

Baarakallahu laka wabaraka 'alaiyka wa jama'a baiynakuma fii khoir"

Mudah-mudahan Allah memberimu keberkahan, Mudah-mudahan Allah mencurahkan keberkahan atasmu dan mudah-mudahan Dia mempersatukan kamu berdua dalam kebaikan".

(Hadits Shahih Riwayat Ahmad 2:38, Tirmidzi, Darimi 2:134, Hakim 2:183, Ibnu Majah dan Baihaqi 7:148).