/* Template shelterhati.blogspot.com */ :: Shelter hati ::: CINTA dan JODOH

:: Shelter hati ::

( sejenak menyandarkan hati )

Wednesday, June 11, 2008

CINTA dan JODOH

PENGERTIAN CINTA

Islam mengakui adanya rasa cinta yang ada dalam diri manusia. Ketika
seseorang memiliki rasa cinta, maka hal itu adalah anugerah Yang
Kuasa. Cinta itu universal, termasuk rasa cinta kepada wanita (lawan
jenis) dan lain-lainnya.
"Dijadikan indah pada manusia kecintaan kepada apa-apa yang
diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari
jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah
ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat
kembali yang baik ."(QS. Ali Imran :14).

Rasa cinta sesama manusia adalah merupakan pembuluh utama untuk
menyalurkan konsep persaudaraan yang begitu utuh.
Allah swt. berfirman, "Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah
bersaudara." (Al-Hujurat: 10). Karena dekatnya hubungan satu muslim
dengan muslim yang lain sebagai saudara, jika ada yang sakit maka
semua merasa sakit.
Anas bin Malik r.a. berkata, "Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda,
"Tidak sempurna iman seseorang di antaramu kecuali jika ia mencintai
saudaranya sebagaimana yang ia cintai untuk dirinya." (Bukhari no. 13
dan Muslim no. 45)

Cinta sesama mukmin inilah yang mengajar manusia supaya mencintai ibu
bapaknya.
"..Dan hendaklah engkau merendah diri kepada keduanya kerana belas
kasihan dan kasih sayangmu, dan doakanlah (untuk mereka, dengan
berkata): "Wahai Tuhanku! Cucurilah rahmat kepada mereka berdua
sebagaimana mereka telah mencurahkan kasih sayangnya memelihara dan
mendidikku semasa kecil." (Surah Israk, ayat 24)

Dalam satu hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim menyebut :
Diriwayatkan daripada Anas r.a katanya: Nabi s.a.w bersabda: Tiga
perkara, jika terdapat di dalam diri seseorang maka dengan perkara
itulah dia akan memperolehi kemanisan iman: Seseorang yang mencintai
Allah dan Rasul-Nya lebih daripada selain keduanya, mencintai seorang
hanya kerana Allah, tidak suka kembali kepada kekafiran setelah Allah
menyelamatkannya dari kekafiran itu, sebagaimana dia juga tidak suka
dicampakkan ke dalam Neraka. (Bukhari : no. 15, Muslim : no. 60,
Tirmizi : no. 2548 Nasaie : no. 4901).

Islam meletakkan cinta yang tertinggi dalam kehidupan manusia ialah
cinta kepada Allah. Ketinggian nilai taqarrub Al-Abid kepada Khaliq
dapat dilihat melalui cinta murni mereka kepada Pencipta. Tanpa cinta
kepada Allah perlakuan hamba tidak memberi balasan yang bererti
sedangkan apa yang menjadi pondasi dalam Islam ialah mengenali dan
menyintai Allah. Firman Allah SWT :
"Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah
tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana
mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta
kepada Allah..." (Surah Al-Baqarah ayat : 165)

CINTA KEPADA SESEORANG (LAWAN JENIS)

Cinta seorang laki-laki kepada wanita dan cinta wanita kepada
laki-laki adalah perasaan yang manusiawi yang bersumber dari fitrah
yang diciptakan Alloh Subhanallohu wa Ta'ala di dalam jiwa manusia,
yaitu kecenderungan kepada lawan jenisnya ketika telah mencapai
kematangan pikiran dan fisiknya.
Namun dalam konsep Islam, cinta kepada lain jenis itu hanya dibenarkan
manakala ikatan pernikahan di antara mereka berdua sudah jelas.
Sebelum adanya ikatan pernikahan itu, maka pada hakikatnya bukan
sebuah cinta, melainkan nafsu syahwat dan ketertarikan sesaat.
Sebagaimana Firman Alloh Subhanallohu wa Ta'ala, yang artinya: "Dan
diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untukmu
istri-istri dari jenismu sendiri , supaya kamu cenderung dan merasa
tentram kepadanya , dan dijadikan-Nya diantara kamu rasa kasih sayang.
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar- benar terdapat tanda-tanda
bagi kaum yang berfikir" (QS. Ar Rum: 21).

ADAKAH CINTA SEJATI ?

Ada sebuah nasehat yang dinilai oleh sebagian ulama sebagai hadits
Nabi Muhammad saw, yang bunyinya:
"Cintailah kekasihmu secara wajar saja, siapa tahu suatu ketika ia
menjadi seterumu. Dan bencilah seterumu secara wajar juga, siapa tahu
suatu saat ia menjadi kekasihmu. "
Cinta dan benci adalah naluri manusia.

Rasulullah saw. mewasiatkan perlakuan yang baik terhadap istri-istri
dalam sabdanya, "Orang terbaik dan kalian ialah orang yang paling baik
terhadap keluarganya, dan aku orang terbaik dan kalian terhadap
keluarganya." (HR Ath-Thabrani dengan sanad yang baik).

PACARAN ATAU TA'ARUF ?

Istilah pacaran itu sebenarnya bukan bahasa hukum, karena pengertian
dan batasannya tidak sama buat setiap orang. Dan sangat mungkin
berbeda dalam setiap budaya.
Dalam format mencari pasangan hidup, Islam telah memberikan panduan
yang jelas tentang apa saja yang perlu diperhitungkan. Misalnya sabda
Rasulullah SAW tentang 4 kriteria yang terkenal itu.
Dari Abi Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW berdabda,"Wanita itu
dinikahi karena 4 hal : [1] hartanya, [2] keturunannya, [3]
kecantikannya dan [4] agamanya. Maka perhatikanlah agamanya, kamu akan
selamat. (HR. Bukhari Kitabun Nikah Bab Al-Akfa' fiddin nomor 4700,
Muslim Kitabur-Radha' Bab Istihbabu Nikah zatid-diin nomor 2661)
Selain keempat kriteria itu, ada proses pranikah yang dilakukan untuk
saling mengenal antara calon pria dan wanita yang biasa disebut proses
TA'ARUF(perkenalan).
Adab dalam proses saling mengenal (Ta'aruf):
1. Menjaga pandangan mata dan hati dari hal-hal yang diharamkan
(QS. 24:30-31)
2. Materi pembicaraan tidak mengandung dosa dan tidak bermuatan
birahi (QS. 4:114);
3. Menghindari khalwat (berduaan)
"Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka jangan
sekali-kali berkhalwat (berduaan) dengan seorang wanita di tempat yang
sunyi, sesungguhnya syeitan akan menjadi orang ketiganya" (HR. Ahmad);
4. Menghindari persentuhan fisik, sabda Rasul SAW: "Sesungguhnya
aku tidak pernah bersalaman dengan wanita (bukan muhrim)" (HR. Bukhari);
5. Menjaga aurat masing-masing sesuai aturan syar'i atau Islam.


0 Comments:

Post a Comment

<< Home